Sex chating email id

Sebenarnya aku ingin tanya lebih jauh tentang kursusnya itu, tapi dia telah menyelesaikan pekerjaannya dan terus keluar kamar. Aku memang senang dipijit, baik oleh Mang Oyo apalagi oleh wanita muda. Tak enak kalau dia tahu bapaknya dipijat oleh pembantu wanita muda. Sekitar jam 2′ Pertimbanganku, pada jam itu anak kedua sudah ke sekolah, si Bungsu sudah pulang sekolah dan main keluar rumah seperti biasanya, dan masih cukup waktu sebelum isteriku pulang kantor pada pukul 5 sore. Ketika aku melepas , aku baru sadar bahwa aku dari pagi belum mandi dan masih mengenakan ‘pakaian tidur‘ kebiasaanku : T-shirt dan singlet untuk atasnya, dan hanya sarung sebagai penutup tubuh bawahku. Hal ini karena kami hampir selalu diburu waktu, memanfaatkan waktu istirahat makan siang. Tapi bahwa aku akan mendapatkan sesuatu yang lain, yaitu : jauh lebih muda dari umurku, buah dada yang sintal dan besar, foreplay yang mengasyikkan dengan memijatku, makin mendorongku untuk mendapatkan Tini. Uci yang mengangkat, belum berangkat sekolah dia rupanya. ‘ ‘Mas Ade tadi nelepon mau pulang sore, ada belajar kelompok, katanya?

Tapi gimana kalau isteriku tahu aku dipijit oleh Tini, aku belum tahu reaksinya. Sekitar pukul 2 lewat seperempat, Tini mengetuk pintu kamarku. Pakaian ‘kebesaran‘ ini memang kesukaanku, sebab memudahkan kalau sewaktu- waktu aku ingin meniduri isteriku. Tak sabar aku menunggu Senin depan, saatnya Tini akan memijatku lagi ‘. Aku mengharap Tini yang mengangkat telepon sehingga bisa janjian jam berapa dia mau memijatku.

Sex chating email id-76Sex chating email id-27Sex chating email id-15

Tapi Tini terlihat wajar-wajar saja, masih terus mengurut, tak terlihat kaget atas kenakalanku. ‘Banyak susahnya dibanding senengnya, Pak ‘ ‘Ah masa ‘ ‘Iya. Walaupun sudah sering aku melumat-lumat buah ini, tapi tak bosan-bosan juga. Tanganku sudah menerobos CD-nya, dan telunjukkupun mengetest, ‘pintu‘-nya sudah membasah. Yang aku suka pada wanita 30 tahun ini selain dia siap setiap saat kusetubuhi, juga karena Ani cepat panasnya.

Bahkan dia sekarang memencet-mencet pantatku yang terbuka. ‘ tanyaku asal saja, untuk mengatasi kakunya suasana. ‘Ada lagi sebetulnya, cuman ‘ malu ah bilangnya ‘ ‘Bilang aja, kenapa musti malu ‘ ‘Engga enak ah Pak ‘ ‘Ya udah, kamu cerita aja pengalaman kamu selama kerja mijat ‘ ‘Ahh ‘ itu malu juga‘ ‘Heee‘. Makanya saya hanya tahan sebulan ‘ ‘Gimana sih engga enaknya ‘ ‘Banyak tamu yang dateng maunya ‘main’, bukan pijit. Lagian udah jelas di situ kan engga boleh buat main ‘ ‘Kalo tamunya ngotot minta ‘ ‘Yaah ..

Baru aku menyadari, lengan Tini ditumbuhi bulu-bulu halus. Dengan menggerakkan pinggul dan kaki, aku diam2 menarik sarungku seolah-olah tak sengaja sehingga kini seluruh batang kelaminku terbuka. ‘Setiap tamu kamu kocok ‘ ‘Engga dong, yang nakal iya, ada juga yang minta. terus gimana‘ ‘Saya emang sedikit kaget, tapi pura2 engga tahu, supaya dia engga kesinggung‘ Bijaksana juga dia. Kali ini tak menyentuh lagi, tapi sudah meremas-remas kedua bulatan di belakang tubuhnya itu. Memang, dia lebih mirip mengusap dibanding mengurut. Benar, dalam mengusap perut Tini beberapa kali menyentuh penisku, tapi tak langsung, masih kehalangan dengan kain sarung. ‘Selesai Pak ‘ katanya begitu selesai mengurut perut. Aku ingin dia mengurut penisku, seperti yang dilakukan kepada customernya. Pertama-tama, dioleskannya ke pahaku bagian dalam yang dekat-dekat kelamin, dan diurutnya. ‘Ehhmmmm kok tumben semangat banget nih‘ tadi malem engga dikasih ama dia ya?

Aku makin tegang saja, penisku sudah tegang maksimum, siap untuk digunakan. Sebenarnya saya bukan ngocok, tapi mengurut supaya darahnya lancar, tapi tamunya yang minta sekalian dikocok ‘ Ah ‘ pengin juga punyaku diurut, supaya lancar. ada juga sih yang lama, tapi umumnya 2-3 menit juga keluar. ‘Yang lucu lagi, ada yang udah keluar sebelum disentuh ‘ ‘Ah masa ‘ ‘Anak muda. Waktu saya masuk lagi, dianya udah terlentang dan itunya ditutup pakai handuk. Trus waktu saya ngurut paha kaya sekarang ini lho, terasa basah2 di situ. Dia udah keluar sewaktu telungkup‘ Paha kanan dan kiriku sudah selesai diurut, pelir kanan dan kirikupun sudah beberapa kali disentuh. Dengan ‘dingin ‘nya Tini menutupi kembali kelaminku dengan sarung, lalu. Tini tak protes, tapi dengan amat ’sopan‘ dan lihai dia menghindari kenakalan tanganku sambil terus memijit, seolah-olah tak sengaja menghindar. Akupun segera tahu diri, dia tak suka diganggu oleh majikannya ini. Ketika mengurut di bagian lengan atas telapak tanganku berada di wilayah dadanya. Uuuh bukan main padat dada janda muda beranak satu ini. Tini menyibak sarung yang menutupi perutku, sehingga seolah-olah makin mempertegas menjulangnya penisku. ‘Engga sekalian‘ kataku setengah ragu dan dengan suara agak serak. ‘ ‘Punya Bapak diurut sekalian ‘ ‘ ‘Ah engga perlu Pak, punya Bapak masih bagus, masih sip .. Lalu urutan pindah ke kantung buah pelir dan bergerak keatas ke batangnya, dengan kedua tangan bergantian. Handuk sempit itu hanya sanggup menutup sampai pangkal pahanya saja.

‘ ‘Kita diajarin cara mengatasi tamu yang ingin coba-coba ‘ ‘Coba2 gimana? Bapak tahu deh maksud saya ‘ ‘ ‘Engga tahu ‘ kataku pura-pura ‘Itu ‘ tamu yang udah tinggi ‘. ‘Gimana caranya ‘ ‘Hmm‘ ah engga enak ah bilangnya‘ katanya sambil mengendurkan otot2 pantatku dengan menekan dan mengguncangkan. ‘ ‘Sebenernya bukan itu aja sih Pak, tapi diajarin cara mengurut ‘itu’. kamu jadi pinter ngurut itu dong‘ Pantesan dia biasa2 saja melihat pria telanjang. Saya engga kasih buka kancing ‘ ‘Pantesan kamu laris, ada bonusnya sih.. Kalo udah keluar ‘kan langsung surut nafsunya ‘ Paha kanan selesai diurut, kini pindah ke paha kiri. Dia hanya sekilas melihat kelaminku, lalu kembali asyik mengurut dan acuh. ‘Engga apa2, biar tambah sip ‘ aku masih belum menyerah ingin menikmati urutannya. sebenarnya saya mau aja mengurut punya Bapak, cuman rasanya kok engga enak sama Ibu ‘ ”Kan engga perlu bilang sama Ibu ‘ ‘Seolah saya mengganggu milik Ibu, engga enak kan ‘ bu kan baik banget ama saya‘ ‘Ah .. Ini kan untuk kepuasan Ibu‘ Tini termakan rayuanku.

Comments